Strategi Penggunaan, Penghapusan, Penataan Sarana Dan Prasarana Pendidikan

Main Article Content

Sahrani
Darma Yanti
Mazidaturrahmi

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan memegang peranan vital dalam menunjang proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, strategi penggunaan, penghapusan, dan penataan sarana dan prasarana menjadi faktor kunci yang tidak dapat diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi-strategi yang diterapkan dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan formal seperti sekolah maupun lembaga non-formal seperti pondok pesantren. Strategi penggunaan mencakup optimalisasi fungsi dan pemeliharaan sarana prasarana agar mendukung aktivitas pembelajaran secara maksimal. Strategi penghapusan difokuskan pada prosedur dan kebijakan dalam menilai kelayakan barang yang sudah tidak dapat digunakan atau tidak relevan lagi dengan kebutuhan pembelajaran, agar tidak menimbulkan beban administratif maupun biaya pemeliharaan yang sia-sia. Sementara itu, strategi penataan berhubungan dengan sistematika pengelolaan tata letak, pengelompokan fasilitas, dan pencatatan administrasi agar mendukung efisiensi dan kenyamanan dalam pemanfaatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa institusi pendidikan yang menerapkan strategi penggunaan, penghapusan, dan penataan sarana prasarana secara terencana dan berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, efisiensi operasional, serta memperkuat tata kelola lembaga. Oleh karena itu, diperlukan komitmen pimpinan, perencanaan strategis, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan agar pengelolaan sarana dan prasarana benar-benar berdampak positif terhadap mutu pendidikan.

Article Details

Section
Articles

References

Ary H. Gunawan, Administrasi Sekolah, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011)

Arikunto, S. (2013). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media, hlm. 202.

Departemen Pendidikan Nasional. (2010). Pedoman Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan.

Depdiknas. (2006). Pedoman Penataan Ruang Kelas yang Efektif. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.

Depdiknas. (2009). Pedoman Pemeliharaan Sarana Pendidikan

Daryanto. (2013). Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan. Yogyakarta: Gava Media,

Fitri Nuraini, Sinta Nuri Handayani, and Indra Permana, Pengaruh Sarana Dan Prasarana Terhadap Semangat, Jurnal Pendidikan Dan Sastra Indonesia 1, no. 3 (2018):

Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta,

Ike Malaya Sinta. Manajemen Sarana dan Prasarana. Jurnal Islamic Education Manajemen 4 (1) (2019) 77-92. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/isema

Mulyasa, E. (2009). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya,

Mulyasa, E. (2013). Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah.Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, S. (2005). Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara,

Permendikbud No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Aset Pendidikan.

Rusydi Ananta, Oda Kinanta Banurea, Manajemen Sarana Prasarana, (Medan: Widya Puspita, 2017),

Rahayu, S. Metode Penelitian Pendidikan Dasar: Kajian Perspektif Filsafat Ilmu. Jurnal Terampil, 1(1), 10-25. (Raden Intan University Press. 2022),

Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009)

Sudjana, N. (2011). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo,

Sugiyono. (2022). Manajemen Pendidikan dan Strategi Implementasinya. Bandung: Alfabeta.

Sterling, S. (2001). Sustainable Education: Re-visioning Learning and Change. Green Books.

Suryosubroto, B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Tilaar, H. A. R. (2002). Manajemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo,