Penyusunan Tujuan Pembelajaran Holistik (Kognitif, Afektif, Psikomotor) Dalam Kurikulum Merdeka

Main Article Content

Alia Khoirunisa
Faradita Inayatillah
Ahmad Sopian

Abstract

Pendidikan bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya pandai, tetapi juga berakhlak dan terampil, sehingga perlu perencanaan pembelajaran yang menyeluruh. Dalam konteks ini, tujuan pembelajaran berperan sebagai arah dan panduan bagi guru dalam merancang materi, metode, media, dan penilaian. Tujuan pembelajaran mencakup tiga ranah utama, yaitu: kognitif (kemampuan berpikir, mulai dari mengingat hingga mencipta), afektif (sikap, nilai, dan karakter), serta psikomotorik (keterampilan fisik dan praktik). Di dalam Kurikulum Merdeka, guru dituntut merumuskan tujuan pembelajaran yang holistik, yaitu mencakup ketiga ranah secara seimbang, sekaligus menguatkan Profil Pelajar Pancasila (P3) dan dimensi keagamaan seperti Profil Pelajar Rahmatan lil alamin (PPRA). Namun dalam praktiknya, penilaian di banyak sekolah masih cenderung berfokus pada ranah kognitif saja, terutama dalam bentuk nilai akademik, sedangkan ranah afektif dan psikomotorik kurang mendapat perhatian yang proporsional. Melalui metode studi pustaka dengan analisis kualitatif tematik, artikel ini menguraikan (1) konsep tujuan pembelajaran pada tiga ranah, (2) problematika penyusunan tujuan pembelajaran yang utuh, khususnya di kelas kelas yang menerapkan Kurikulum Merdeka, serta (3) strategi merancang tujuan pembelajaran yang efektif, terukur, dan relevan dengan tuntutan kurikulum. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penyusunan tujuan pembelajaran yang terpadu, berbasis Taksonomi Bloom revisi (termasuk level mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta), serta dilengkapi dengan instrumen penilaian afektif dan psikomotorik yang valid, dapat membantu pembelajaran berjalan lebih seimbang. Dengan demikian, artikel ini menekankan bahwa tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara jelas, bertingkat, dan menyentuh ranah kognitif, afektif, serta psikomotorik, sangat penting untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga berperilaku baik, percaya diri, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Article Details

Section
Articles