Pemikiran Tokoh-Tokoh Klasik Pendidikan Islam

Main Article Content

Suryadi Suryadi
Kesyah Pabilla Putri
Siti Khodijah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran tokoh-tokoh klasik pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan secara sistematis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagai kesimpulan, pemikiran ulama klasik Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, dan Ibnu  Sina masih  memiliki  relevansi  signifikan  dalam  pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Al-Ghazali menekankan integrasi antara ilmu dan     akhlak     sebagai     dasar     pembentukan     karakter,     Ibnu     Khaldun menggaris bawahi   fungsi   sosial   pendidikan   serta   pentingnya pengalaman empiris, sedangkan Ibnu Sina menekankan aspek rasionalitas, perkembangan intelektual,  dan  kesehatan  jiwa.  Ketiganya,  jika  disintesiskan,  memberikan kerangka  konseptual  yang  mampu  menjawab  tantangan  pendidikan  modern yang  diwarnai  globalisasi,  digitalisasi,  dan  krisis  moral. Pemikiran   para   ulama   klasik   memiliki   nilai universal  yang  tetap  aplikatif  sepanjang  masa,  sehingga  dapat  dijadikan fondasi  kuat  untuk  merumuskan  pendidikan  Islam  yang  berorientasi  pada penguatan     spiritualitas,     intelektualitas,     dan     keterampilan     abad     21. Rekomendasi  dari  pembahasan  ini  adalah  perlunya  reinterpretasi  pemikiran klasik   dalam   desain   kurikulum,   strategi   pembelajaran,   dan   kebijakan pendidikan  Islam  agar  lebih  adaptif  dengan perkembangan  zaman  tanpa kehilangan  akar  nilai-nilai  keislaman,  serta mendorong  penelitian  lanjutan yang  lebih  empiris  untuk  menguji  penerapan  konsep-konsep  tersebut  di berbagai level pendidikan, baik formal maupun nonformal.

Article Details

Section
Articles