Pemikiran Tokoh-Tokoh Klasik Pendidikan Islam
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran tokoh-tokoh klasik pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan secara sistematis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagai kesimpulan, pemikiran ulama klasik Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Sina masih memiliki relevansi signifikan dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Al-Ghazali menekankan integrasi antara ilmu dan akhlak sebagai dasar pembentukan karakter, Ibnu Khaldun menggaris bawahi fungsi sosial pendidikan serta pentingnya pengalaman empiris, sedangkan Ibnu Sina menekankan aspek rasionalitas, perkembangan intelektual, dan kesehatan jiwa. Ketiganya, jika disintesiskan, memberikan kerangka konseptual yang mampu menjawab tantangan pendidikan modern yang diwarnai globalisasi, digitalisasi, dan krisis moral. Pemikiran para ulama klasik memiliki nilai universal yang tetap aplikatif sepanjang masa, sehingga dapat dijadikan fondasi kuat untuk merumuskan pendidikan Islam yang berorientasi pada penguatan spiritualitas, intelektualitas, dan keterampilan abad 21. Rekomendasi dari pembahasan ini adalah perlunya reinterpretasi pemikiran klasik dalam desain kurikulum, strategi pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman, serta mendorong penelitian lanjutan yang lebih empiris untuk menguji penerapan konsep-konsep tersebut di berbagai level pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.